Minggu, 24 Oktober 2010

Artikel masyarakat 2

Masyarakat Madani
 
Masyarakat madani, yang merupakan kata lain dari masyarakat sipil (civil society), kata ini sangat sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang selang satu tahun ini. Malah cenderung terjadi sakralisasi pada kata itu seolah implementasinya mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita. Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain, kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian.
Dalam tataran praktis sementara orang melihat, masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan “militer “ yang otoriter. Dalam arti lain masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Dengan begitu menurut yang pro pada pemikiran ini, konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan. 

Sumber

Artikel masyarakat 1

Masyarakat Majemuk

Dalam masyarakat majemuk manapun, mereka yang tergolong sebagai minoritas selalu didiskriminasi. Ada yang didiskriminasi secara legal dan formal, seperti yang terjadi di negara Afrika Selatan sebelum direformasi atau pada jaman penjaajhan Belanda dan penjaajhan Jepang di Indonesia. Dan, ada yang didiskriminasi secara sosial dan budaya dalam bentuk kebijakan pemerintah nasional dan pemerintah setempat seperti yang terjadi di Indonesia dewasa ini. Dalam tulisan singkat ini akan ditunjukkan bahwa perjuangan hak-hak minoritas hanya mungkin berhasil jika masyarakat majemuk Indonesia kita perjuangkan untuk dirubah menjadi masyarakat multikultural. Karena dalam masyarakat multikultural itulah, hak-hak untuk berbeda diakui dan dihargai. Tulisan ini akan dimulai dengan penjelasan mengenai apa itu masyarakat Indonesia majemuk, yang seringkali salah diidentifikasi oleh para ahli dan orang awam sebagai masyarakat multikultural. Uraian berikutnya adalah mengenai dengan penjelasan mengenai apa itu golongan minoritas dalam kaitan atau pertentangannya dengan golongan dominan, dan disusul dengan penjelasan mengenai multikulturalisme. Tulisan akan diakhiri dengan saran mengenai bagaimana memperjuangkan hak-hak minoritas di Indonesia
.
Sumber
http://www.interseksi.org/publications/essays/articles/masyarakat_majemuk.html

Artikel penduduk 2


Kebijakan Kependudukan Indonesia
Posisi geo strategis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera memberikan manfaat strategis yang cukup besar dalam peta global. Hal ini sudah demikian adanya sejak beberapa abad yang lalu. Yang perlu dicermati adalah berapa lama lagi posisi strategis ini akan bertahan. Apakah hanya satu atau beberapa dekade atau untuk selamanya?
Didalam beberapa dekade terakhir, sesungguhnya sudah terjadi periode-periode dimana Indonesia sangat diperhatikan dan periode-periode dimana Indonesia agak dijauhi oleh sebab posisi strategis Indonesia yang berubah. Contohnya adalah pada masa sebelum dan sesudah berakhirnya perang dingin. Ini adalah hal yang niscaya didalam interaksi multibangsa. Sesuatu yang tidak bisa ditolak dan tidak bisa diminta akan tetapi Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat berhak membentuk dan menentukan posisi strategisnya.
Salah satu keadaan dunia yang dapat mendukung posisi strategis Indonesia adalah apabila New Zealand dan Australia didiami oleh 0,5 - 1 miliar penduduk. Suatu hal yang pencapaiannya berada diluar kendali kebijakan Indonesia. Walaupun dapat diramalkan bahwa populasi Australia dan New Zealand akan terus meningkat, sulit dibayangkan kapan akan mencapai 100 atau 200 juta penduduk.
Berbeda dengan UK yang memimpin jaringan Commonwealth, juga berbeda dengan Jepang yang bersebelahan dengan RRC yang padat penduduk tetapi memiliki gap teknologi, Indonesia berada di Asia Tenggara yang relatif merata kemampuannya.
Sebuah Indonesia yang ramah pada tetangga dengan kepadatan penduduk merata dan menjadi rumah bagi 350 - 500 juta populasi yang sejahtera dan beradab ketika populasi dunia mencapai 10 miliar akan menjadikan NKRI sebagai sebuah fokus perhatian bukan sekadar “another part of the earth in the south.”

Sumber
http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/03/kebijakan-kependudukan-indonesia/

Artikel penduduk 1


Meliputi pengertian : urbanisasi, reurbanisasi, emigrasi, imigrasi, remigrasi, transmigrasi.
Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan setiap 10 tahun sekali, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia sebagai berikut :
a.        Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa
b.       Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa
c.        Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa
d.       Tahun 1990 = 179.321.641 juta jiwa
e.        Tahun 2004 = 238.452 juta jiwa
Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah pengumpulan, pengolahan, penyajian dan penyebarluasan data kependudukan. Jumlah pendudukditentukan oleh :
a. Angka kelahiran;
b. Angka kematian;
c. Perpindahan penduduk, yang meliputi :
1. Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2. Reurbanisasi, yaitu perpindahan penduduk kembali ke desa.
3. Emgrasi, yaitu perpindahan penduduk ke luar negeri.
4. Imigrasi, yaitu perpindahian penduduk dari luar negeri ke dalamnegeri.
5. Remigrasi, yaitu perpindahan penduduk kembali ke negara asal.
6. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau lain dalam satu   negara.
Untuk mengatasi kepadatan penduduk, pemerintah menggalakkan program transmigrasi. Adapun jenis-jenis transmigrasi yang ada adalah :
1.      Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang biayanya ditanggung pemerintah ditujukan untuk penduduk yang memenuhi syarat.
2.      Transmigrasi spontan/swakarsa, yaitu transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri. Pemerintah hanya menyediakan lahan pertanian dan rumah.
3.      Transmigrasi lokal, yaitu transmigrasi yang dilakukan dalam satu wilayah provinsi.
Transmigrasi khusus/sektoral, yaitu transmigrasi yang dilakukan karena penduduk terkena bencana alam.
4.      Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa berikut pejabat-pejabat pemerintahan desa.

Sumber
http://syadiashare.com/penduduk-indonesia.html

Senin, 11 Oktober 2010

Bab 2. Artikel


Penyalahgunaan Alcohol dan Akibat Yang Ditimbulkannya

Banyak orang minum bir, anggurdan minuman keras lainnya seperti vodka, whiski yang mengandung alcohol. Minuman tersebut terasa enak dan mungkin juga membuat anda merasa enak. Tetapi bisa menimbulkan masalah serius bila minum terlalu banyak atau pada waktu yang tidak tepat. Masalah ini akan mempengaruhi kesehatan, pekerjaan dan keluarga anda. Sebagai pengemudi, pengemudi seatruck, pilot, anda mungkin menempatkan keluarga atau rekan sekerja dalam bahaya ketika anda mengemudi dan minum alkohol.
Alkohol mempunyai beberapa positif aspek kesehatan bila diambil dalam jumlah sedikit ( sekali minum per hari yang didefinisikan sebagai peminum sedang ) tetapi orang jarang berhenti setelah satu gelas. Bahayanya bahwa berdasar kenyataan beberapa orang tidak tahu kapan harus berhenti.
Manfaat minum alcohol lebih sedikit secara nyata dibandingkan dengan cara hidup dan makansehat .
Alkohol menyebabkan depresi dan bukan menaikkan suasana hati ( senang ). Pada pemakaian sedikit dapat menyebabkan seseorang merasa senang. Konsumsi alkohol lebih lanjut membuat peminum akan merasa bergairah, emosi tidak menentu sebelum mulai kesulitan bicara dan berjalan dan menjadi bingung dan disorientasi. Hari berikutnya dia akan merasa sangat depresi, sakit kepala dan lelah. Ini yang disebut ‘hangover’.
Setelah beberapa tahun, penyalahguaan alkohol kronis akanmenimbulkan dampak negative jangka panjang :
-Kerusakan sel otak yang menimbulkan gangguan tidur ( mimpi buruk ) juga gangguan saraf seperti gemetar, sakit kepala, ‘blackout’, kehilangan daya ingat dan gangguan koordinasi.
-Kerusakan sel hati yang mengarah kepada sirosis hati dan kanker hati.
-Menimbulkan gangguan pencernaan ( gastritis, tukak lambung, pankreatitis ) juga kanker pencernaan ( lidah,tenggorokan, kerongkongan, pankreas, usus besar, dubur ).
-Kombinasi merokok dan alkohol meningkatkan resiko beberapa kanker.
-Wanita peminum lebih memungkinkan terkena kanker payudara daripada yang tidak peminum.
-Alkohol meningkatkan tekanan darah dan menimbulkan penyakit jantung tertentu.
-Mengurangi gairah sex dan bisa mengarah ke lemah syahwatpada pria.
-Peminum berat akan menderita malnutrisi.
-Tubuh mereka kekurangan vitamin, protein dan mineral. Tidak ada kandungan gizi pada alkohol

Sumber
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/1977163-penyalahgunaan-alkohol-dan-akibat-yang/

Nama           : Ryan Ramanda Prabangkara
Kelas           : 1 KA 31
NPM            : 19110712
Mata Kuliah  : Ilmu Sosial Dasar - Soft Skill
Dosen          : ASRI WULAN